Entri yang Diunggulkan

Dahulu Mana, Telur dan Ayam?

Pertanyaan klasik dan ajeg yg jadi bahan debat tanpa ujung jika ngrembug bab Sangkan adalah... . . . . . Disit ndi endog karo pitik? (Dulu m...

Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Idul Fitri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2015

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H Minal aidin wal faidzin Mohon maaf lahir dan batin Semoga amal dan ibadah kita diterima dan disempurnakan Allah SWT. Dan setelah menjalani pendadaran selama 1 bulan, kata-kata dan tingkah laku kita menjadi lebih baik lagi sehingga senantiasa mendapat nikmat penuh berkah dan rahmat Allah SWT. Amin amin amin Ya Rabbal 'Alamin. Kebumen, 1 Syawal 1436 H/17 Juli 2015 -Djati- #Idul_Fitri_1436H

Kamis, 18 Juni 2015

Awal Ramadhan Tahun Ini Terasa Berbeda

Apa yg berbeda antara puasa hari pertama tahun ini dengan tahun lalu? Suara corong mushallah dan masjid. Beda? Ya! Tahun lalu, tadarusan mpe lewat tengah malem pake corong, jam 2-2.30an dah mulai rame mbangunin sahur diselingi qiraah mpe saat imsyak dilanjut adzan dan iqamat Shalat Subuh. Tahun ini? Tadarusan jam 22.30an dah selesai, jam 3an baru mulai mbangunin sahur itu pun g sekenceng dulu dan hanya sesekali, cenderung sepi, hampir g ada selingan qiraah sampai tiba waktu imsyak. Setelah itu, baru qiraah, puji-pujian dilanjut adzan dan iqamat Shalat Subuh rame berkumandang. Rupanya perkataan Pak Wapres, Pak Menteri Agama diikuti oleh para takmir mushallah dan masjid di daerahku. Entah di tempat lain. (Setidaknya untuk hari pertama Ramadhan tahun ini, hari berikutnya aku belum tahu). Apakah mengurangi bobot bulan Ramadhan? G kok... Suasana yg cenderung sepi malah bikin hati jadi lebih tertata dan bisa lebih meresapi makna Ramadhan itu sendiri, palagi saat dengar istri membaca beberapa surat pendek ditutup Ayat Kursi... Maknyeees... Tu bagiku, entah bagi orang lain. Mungkin ini ku rasa karena aku g suka rame-rame (maaf, bising), semadya saja plus hawa malam yang dingin semingguan ini mpe kalau pagi pedhut mengambang pekat di atas desa dan persawahan. Tu yang membuatku merasa Awal Ramadhan ini berbeda dengan tahun lalu, dari suasana lahiriah nembus ke batiniah. Tahap akhir dari setiap Ramadhan lah yang sebenarnya akan berbeda atau sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Akankah hanya mendapat lapar dan dahaga tanpa ada perubahan pada perilaku menuju akhlak mulia, ataukah benar-benar berbeda dari sebelumnya? Bukan hanya bisa menahan lapar dan dahaga, akan tetapi juga benar-benar memperbaiki diri dan perilaku menuju akhlak mulia (meskipun seharusnya, tanpa ibadah Ramadhan pun hal ini harus tetap dilakukan), sehingga pada saat Idul Fitri benar-benar kembali Fitri? Jujur saja, inilah tahap terberat dari Ramadhan itu sendiri. Bisakah benar-benar mbengkas hawa nafsu ataukah hanya sekedar menjadi ritual rutin tanpa makna? Jawabnya kembali pada diri kita sendiri dalam menjalani Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang. Selamat menjalani Ibadah Puasa Ramadhan dan ibadah lainnya tuk mengisi bulan penuh berkah ini bagi yang menjalani. Semoga memberi nikmat penuh berkah bagi kita semua, benar-benar menurunkan rahmat bagi seluruh alam semesta seisi. Amin amin amin Ya Rabbal 'Alamin. Kamis, 18 Juni 2015 1 Ramadhan 1436 H -Djati-

Selasa, 29 Juli 2014

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H

Waktu berlalu tiada henti
Catatan di kanan dan kiri
Makin menumpuk tiada henti
Timbangan pun makin berat kiri

Saat hati makin terkunci
Kala jiwa makin gelap, sunyi
Penuh khilah dan caci maki
Penerang jiwa pun hampir mati

Ijinkan ku tuk berkata
Ijinkan ku tuk menyampaikan
Ijinkan ku tuk mengucapkan
Sebaris kata seuntai doa
Di hari nan penuh berkah ini

Selamat Idul Fitri 1435 H
Minal aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin
Atas semua salah dan khilaf
Atas semua kata dan perilaku
Yang tak berkenan di hati
Yang membuat duka dan kecewa
Yang bangkitkan amarah

Agar ringan kaki ini melangkah
Agar damai hati ini jalani hidup

Semoga kita semua tak terkecuali
Senantiasa mendapat limpahan Sih
Sehingga tansah pinaringan rahayu
Ing samudayanipun
Amin amin amin Ya Rabbal 'Alamin

-Djati, 29 Juli 2014-2 Syawal 1435 H-

Note:
Meski rada telat, lebih baik daripada tidak sama sekali. Dan aku pun tahu, sesungguhnya meminta maaf bisa dilakukan kapan pun jika kita tahu dan menyadari bahwa telah salah dan khilaf serta tidak mengulangi lagi hal-hal yg tidak baik.

Namun, Idul Fitri adalah Hari Penuh Berkah. Meskipun ku tak menang dalam pendadaran satu bulan penuh di bulan Ramadhan, setidaknya hal ini menjadi bahan renungan serta introspeksi diri agar bisa lebih baik lagi.