Entri yang Diunggulkan

Dahulu Mana, Telur dan Ayam?

Pertanyaan klasik dan ajeg yg jadi bahan debat tanpa ujung jika ngrembug bab Sangkan adalah... . . . . . Disit ndi endog karo pitik? (Dulu m...

Jumat, 26 September 2014

Benarkah Jadi Kado Termanis atau Jadi Awal Kekacauan?

Pagi-pagi, brita yg pertama ku baca adalah hasil Rapat Paripurna DPR
tentang Pilkada.

Dan hasilnya sesuai perkiraan awal pas tahu PD WO. Hasil voting
memutuskan bahwa Pilkada dilakukan oleh DPRD.

Dari 361 anggota DPR yang hadir mengikuti voting (jumlah ini dah
kuorum, yg hadir dah setengah lebih dari jumlah anggota DPR), 135
anggota DPR mendukung Pilkada Langsung dan 226 mendukung Pilkada lewat
DPRD. Yg WO g ikut diitung... Hehehehehe...

Melihat dari datanya, maka ini adalah salah satu langkah cemerlang nan
gemilang dari The Real King Maker.

Why? Secara wantah, diketahui umum PD mendukung Pilkada Langsung, tp
tidak terakomodasi opsinya makanya WO. Dan sekaligus memberi peluang
pada KMP tuk ngegolin Pilkada lewat DPRD.

Maka, tinggal tarik ulur antara Kubu PDIP dan KMP yg dimenangkan KMP.

Dukungan sesungguhnya The Real King Maker kemana, bisa dilihat dari
sikap partai Sang Besan...

Dengan demikian, lengkap sudah dagelan politik yg ada.

Benarkah akan menjadi Kado Manis di akhir masa jabatan yg benar-benar
manis ataukah menjadi awal Kekacauan Sistem (minjem istilah di salah
satu artikel Kompas) karena akan begitu banyak aturan yg harus
disesuaikan (sebab bertabrakan dg aturan yg sudah ada)?

Akankah ini juga menjadi awal dari perseteruan lebih frontal dan keras
dari partai pemerintah dan penyeimbang? Sehingga, semua keputusan
pemerintah dijegal/dipersulit oleh penyeimbang, dan awal dari adanya
oligarki politik sbb memiliki suara mayoritas?

Kita lihat dan saksikan saja dengan seksama.

Apapun itu, aku puas melihat hal ini.
PUAS!!!
Karena makin terbuka lebar, makin terpampang apa yg jadi motif dan
tujuan masing-masing kubu.

Hal juga akan ini membuka banyak hal serta peristiwa-peristiwa yg
makin menarik (jika mau mengikuti), jadi g usah terkejut jika ada
hal/peristiwa baru yg jadi berita besaaar. ;-)

Jika besok-besok, kubu PDIP banyak yg disikat KPK, sementara kubu KMP
aman, jg g usah heran y...

So, selamat menyaksikan tontonan yg akan tersaji selanjutnya y...

-Djati, Jumat, 26 September 2014, 7:45-

Catetan:
Berikut detailnya voting dini hari tadi:

1. Golkar
Langsung 11 orang
DPRD 73
Abstain 0

2. PDIP
Langsung 88
DPRD 0
Abs 0

3. PKS
Langsung 0
DPRD 55
Abs 0

4. PAN
Langsung 0
DPRD 45
Abs 0

5. PPP
Langsung 0
DPRD 32
Abs 0

6. PKB
Langsung 20
DPRD 0
Abs 0

7. Gerindra
Langsung 0
DPRD 22
Abs 0

8. Hanura
Langsung 10
DPRD 0
Abs 0

9. FPD
Langsung 6
DPRD 0
Abs 0

Tuh, khan... Yg WO g diitung... Hwehehehehehehe...

#Kado

Jumat, 12 September 2014

Pesan Pak SBY

"Jangan pernah membenci pemimpin yang akan datang, karena pemimpin
kita apa pun keterabatasannya ingin berbuat yang terbaik untuk bangsa.
Kadang-kadang ada badai hujan, panas, terik, tetapi dia terus bekerja
untuk memberikan yang terbaik."

(SBY)

Masihkah Partai Representasi Rakyat?

Keputusan partai ditentang para Kepala Daerah yang didukung partai
tersebut gara-gara RUU PILKADA.

Ternyata, keputusan para Dewa (meminjam istilah Desmon J. Mahesa dalam
menyebut para petinggi partai KMP), mendapat tentangan keras, bukan
hanya para Kada alias Kepala Daerah, tapi juga elemen-elemen di
masyarakat.

Ruameeeeeee....

Maka, siapa yang sebetulnya mewakili rakyat dan siapa yang hanya
mewakili kepentingan pribadi dan golongannya, bisa kita lihat disini.

Bagiku sendiri, siapa pun itu (g peduli dari kubu, golongan, partai,
anggota dewan dari manapun dan atau apapun sebutannya), yang berpihak
pada rakyat tentu akan berusaha mengerti, mengikuti dan memenuhi
kehendak rakyat dalam setiap gerak langkahnya agar rakyat makmur dan
sejahtera.
Jika tidak? Ya kebalikan dari itu... Plus arogan dan memaksakan kehendaknya.

Nonton saja kelakuan para elit, akankah melanjutkan dagelan politik
atau memberikan karya terbaik tuk rakyat, bangsa dan negara ini, NKRI
tercinta.

Sebab, meskipun pada awalnya didukung rakyat, jika saat menjalankan
tugas malah melupakan tugas dan kewajibannya tuk mensejahterakan
rakyat, sudah pasti mendapat cacian dan hinaan, dibenci dan dilawan
oleh rakyat manakala rakyat telah sampai pada batasan tuk mentolerir
pemimpin yang tidak amanah pada amanat yang diembannya.


-Djati, 12 September 2014, 11:00-

Kamis, 11 September 2014

Ksatria Kutu Loncat

Dari kemarin siang mpe pagi ini, yg jadi topik berita adalah Ahok Sang
Kutu Loncat.

Sip, salut wat keberanianmu tuk tegas dalam bersikap, berani
mempertahankan prinsip dalam berjuang tuk rakyat.

Baru kali ini ada tokoh yang mengakui dan bilang terang-terangan bahwa
dirinya adalah Kutu Loncat. Biasane, "Kutu Loncat" akan mendapat
banyak cibiran dan hinaan plus omongan miring. Akan tetapi, tuk yang
satu ini beda. Banyak yang kasih dukungan n jempol, bahkan ada yang
mendaulat dirimu jadi "Hero", yang njadiin idola juga ada. Why bin
mengapa? Ketegasan sikap dan keberaniannya tuk setia pada prinsip
berjuang untuk rakyat, laksana oase di padang pasir bagi rakyat yang
haus akan pemimpin yang tegas, berani demi kepentingan rakyat. Dan aku
termasuk salah satu
yang salut dan kagum atas sikapmu, Ahok.
Maka, haruskah ku sebut dikau Ksatria Kutu Loncat, Pak Basuki Tjahja Purnama?

Ditunggu gebrakan selanjutnya, Sang Ksatria Kutu Loncat... (aneh
rasanya nyebut gini...).

Semoga dengan berjalannya waktu, sikapmu tidak berubah ya... Jangan
lupakan cita-citamu, Pak Basuki.

Ingat!!!
Pemimpin yang baik, akan dicintai rakyatnya, pemimpin yang buruk akan
dibenci rakyatnya.


-Djati, 11092014, 07:31-
#KsatriaKutuLoncat

Selasa, 02 September 2014

Guyon Maton

Guyon Maton adalah bercanda tapi tidak melewati batas alias tetap pada waton yang ada. Maksudnya adalah, meskipun bercanda, tetapi candaan yang dilakukan tetap dalam batas-batas sopan santun, tata krama dan tidak nguyawara alias ngawur atau mengada-ada. Meskipun demikian, terkadang guyon maton membuat pihak lain tersenyum kecut atau mati kutu tidak bisa berkomentar karena yang hal yang disampaikan menohok secara telak padanya. Untuk menghidupkan suasana, biasanya ada yang menjadi tiban alias sasaran saat guyon maton. Baik itu memuji maupun nyindir alus. Nah jika lakone lagi apes, yang jadi tiban dalam guyon maton ini bener-bener apes mblebes, sampai-sampai kalau ga rikuh alias ewuh so pasti akan segera pamit alias pulang. Kalau yang guyonan teman sendiri, biasane dia terus mlipir lalu ngilang atau cari alasan tuk kabur. Temen yang lihat biasane langsung tanggap lalu ngeledek dengan berkata, "Balilah..../Lungalah.... Daripada dipecohi bae...." Dan disambut ketawa rame oleh temen-temen yang lain... hehehehe.... Hal yang dibicarakan saat guyon maton biasanya berkembang kemana-mana, dari yang remeh temeh sampai yang super beraaaaaaaaaat.... dan super sensitif. So, terkadang rambu-rambu yang ada diterabas begitu saja. Jadi, jangan heran jika guyon maton yang tadinya bernuansa humor berubah bernuansa serius, bahkan ngotot-ngototan mempertahankan prinsip saat nyerempet hal yang sensitif. Jika hal ini terjadi, biasanya ada yang nengah-nengahi, "Sing waras ngalah....." So, hampir bisa dipastikan ada yang nggrundel keki, sedangkan yang  lain senyum-senyum. Bubar kempyung atau terus sibuk dengan urusan masing-masing adalah hal selanjutnya yang terjadi. Dalam guton maton, hampir tidak ada ruang untuk orang yang asal waton atau benere dewek. Jika maksain, ada dua hal yang biasanya terjadi. Yang pertama, jadi bulan-bulanan guyonan sampai puanaaaaaaas tuh telinga, yang akhirnya jadi misuh-misuh ga karuan (malah tambah diketawain...). Yang kedua, dibiarkan begitu saja alias ga ditanggapi  karena temen yang lain males nanggapinya. Jika dilakukan dengan baik, guyon maton bisa membuka dan menambah  wawasan kita plus mengasah kemampuan berpikir dalam mencerna guyonan  yang ada. 11 Desember 2013,Djati

Gendhu-Gendhu Rasa

Gendhu-Gendhu Rasa menurut orang Jawa adalah suatu dialog dari hati ke hati yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan suasana penuh kekeluargaan, sebisa mungkin tanpa adanya tekanan dari pihak manapun untuk membicarakan dan mencari solusi terbaik atas permasalahan yang ada. Dalam melakukan dialog mengutamakan mencari titik temu yang baik bukan mengutamakan ego atau pembenaran pribadi.

Seringkali Gendhu-gendhu rasa dilakukan pada waktu senggang, santai alias tidak dilakukan dengan terburu-buru, bahkan perasaan yang akan diajak gendhu-gendhu rasa pun diperhatikan. Tidak asal melakukan dialog.

Meski terkesan santai dan seringkali disertai guyonan (guyon maton), gendhu-gendhu rasa adalah pembicaraan yang serius. Berdasarkan pengalaman, gendhu-gendhu rasa lebih banyak membicarakan hal-hal pribadi.

Ada interaksi timbal balik dan saling mengisi pada saat gendhu-gendhu rasa. Sebab, gendhu-gendhu rasa juga sekaligus menjadi pengungkapan beban yang ada dan mencari solusi terbaik tuk mengangkat beban itu.

Karena itulah, gendhu-gendhu rasa biasanya dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang sudah saling percaya, kadang juga dilakukan oleh seorang wakil yang sudah diakui kredibilitasnya. Hal ini dilakukan agar hal-hal penting yang dibicarakan tidak bocor keluar.

Kadangkala, gendhu-gendhu rasa juga ditambah kalimat ngudha rasa, gendhu-ngendhu rasa kanggo ngudha rasa. Maksudnya adalah pembicaraan yang dilakukan antara dua pihak atau lebih dalam suasana kekeluargaan tuk ngungkapin uneg-uneg atau rasa yang mengganjal agar jadi plong dan diharapkan mendapat jalan keluar terbaik tuk hal tersebut sehingga permasalahan menjadi clear.

Hasil dari gendhu-gendhu rasa biasanya tidak langsung terlihat, terkadang butuh proses yang lama. Hal ini disebabkan karena hasil pembicaraan tetap ditelaah ulang oleh yang gendhu-gendhu rasa.

Hasil yang bisa dilihat adalah adanya perubahan sikap atau perilaku yang gendhu-gendhu rasa, terutama oleh orang-orang terdekatnya.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah, saat gendhu-gendhu rasa semua pihak memiliki kedudukan yang sama/sederajat.

Jadi, gendhu-gendhu rasa (meskipun sudah jarang dilakukan) adalah salah satu cara yang dilakukan orang Jawa untuk memperoleh jalan terbaik atas permasalah yang ada.



11 Desember 2013,

Djati

Senin, 25 Agustus 2014

Pemimpin Sejati

Senajan wus tinakdir jadi Pemimpin, Ga perduli mau Kubu Jokowi-JK,
Kubu Prabowo-Hatta ataupun Kubu lainnya diluar itu, nek mung pada
padudon rebut bener, rebut kuasa agar aman posisi dan agendanya, terus
jadi lupa pada tugas dan kewajibannya pada rakyat, lupa memakmurkan
dan mensejahterakan rakyat, rakyat hanya jadi engkuk-engkukan, yang
diinget hanya ngeruk bandhane negara tuk kepentingan pribadi dan
golongannya, berarti belum Pemimpin Sejati.

Mending Pemimpine dikawal Paspampres akeh, naik mobil mewah anti
peluru dan keamanan beliau terjamin, tapi semua geraknya untuk
kepentingan rakyat, demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Tinimbang pengawalan minimal sing penting aman, pake mobil biasa, tapi
malah tidak mensejahterakan dan memakmurkan rakyat.

Penuhi harapan dan kebutuhan rakyat, maka Pemimpin akan disanjung,
dipuja dan dijaga oleh rakyat yang dipimpinnya.

Dan jika menyengsarakan rakyat, maka Pemimpin akan dihujat, dicaci dan
dimusuhi oleh rakyat yang dipimpinnya.


25 Agustus 2014
-Djati-

#Lakon

Kamis, 21 Agustus 2014

21 Agustus 2014

Hari ini, Kamis 21 Agustus 2014 akan menjadi sejarah bagi seluruh
rakyat Indonesia, bagi seluruh elemen bangsa dan negara kita, pendek
kata, akan menjadi catatan sejarah tuk NKRI tercinta berkaitan dengan
Pilpres, yang akan menjadi tonggak penentu ke depan kehidupan
berdemokrasi bagi seluruh rakyat, bangsa dan negara ini.

Hari ini, jam 11.00 WIB, DKPP yang diketuai Jimly Assidiqie (moga aja
g salah nulis, namane angel je...) akan membacakan keputusannya
terkait pelanggaran kode etik oleh KPU dalam pelaksanaan Pilpres.

Jika melanggar, maka para penyelenggara tersebut akan mendapatkan
sanksi dan hukuman dengan hukuman maksimal dipecat dari KPU, dan jika
tidak melanggar, maka KPU akan direhabilitasi-dipulihkan nama baiknya
oleh DKPP.

Itu peristiwa pertama.

Peristiwa kedua adalah pembacaan putusan MK-yang diketuai Hamdan
Zoelfa (moga g salah tulis y...) terkait gugatan Pilpres oleh Pasangan
Capres Cawapres No. 1, Prabowo-Hatta dengan tergugatnya KPU dan
Pasangan Capres Cawapres No. 2, Jokowi-JK sebagai pihak terkait.

Apapun keputusannya nanti, yang diharapkan adalah semua pihak legawa
dan tidak ada gejolak (tapi dengan melihat yang terjadi akhir-akhir
ini, kok pesimis y... Terlebih bagi yang tidak siap :-)).

Dan, apapun keputusan dan imbas dari keputusan tersebut, yang paling
diuntungkan adalah 'The Real King Maker' (siapa itu? Pasti dah
tahulah, apalagi kalau sering mengikuti berita politik, hehehe...).

Oh iya, menurut Daniel Sparinga, staf ahli Presiden, Presiden SBY akan
sesegera mungkin menemui Presiden terpilih sesuai keputusan MK nanti.
Langkah yang bagus! Jangan lupakan juga yang tidak terpilih agar
situasi tetap kondusif, Pak Presiden...

Yang terakhir, masyarakat sebenarnya sudah tidak peduli apapun
keputusannya nanti, kok...
Kenapa? Sebab masyarakat sudah sibuk dengan urusannya masing-masing
agar bisa tetap survive di kehidupan yang serba susah dan makin susah
saja...

Satu hal yang harus digarisbawahi adalah, jika keputusan ini
menimbulkan gejolak dan negara menjadi genting, yang jadi korban
adalah rakyat (selalu dan selalu...).

Maka, mari kita tunggu apa keputusan DKPP dan MK nanti, serta
bagaimana sikap pihak-pihak yang berperkara.

Semoga yang terbaik tuk rakyat, bangsa dan negara ini, tuk NKRI
tercinta di bulan Kemerdekaan.


21 Agustus 2014, 10:55

-Djati-

Kamis, 07 Agustus 2014

Membatasi Terbatasi

Ketahui dan pahamilah semua kekurangan dan keterbatasanmu, lalu
lakukan yang terbaik untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasmu.

Dan jangan sekali-kali membatasi diri, apalagi sampai merasa yang
paling baik dan paling benar.

Jika itu kau lakukan, saat itu juga kau kan terbatasi.

Kualitas dan kapasitasmu tak akan pernah bisa kau maksimalkan.

Akibatnya, saat ada yang bisa melampauimu, kau akan terguncang dengan hebat.

Dengan mengetahui kekurangan serta batasanmu, maka tahu apa yang harus
kau lakukan untuk meningkatkan diri.

Dengan mengetahui kekurangan dan batasanmu, maka kau sudah memenangkan
setengah dari perang yang kau hadapi.


Renungan, 6 Mei 2014
-Djati-‪‪

Pitukonmu

Terlahir dengan 4 derajat: Hidup, Mati, Jodoh dan Rizqi
Akan seperti apa hidup dan kehidupan Manusia
Kembali pada pitukon (gerak dan usaha) manusia itu sendiri
Diam, berdoa dan hanya menunggu pemberian dari Langit tanpa ikhtiar?
Impian pasti tak kan pernah menjadi nyata!
Raihlah mimpi dengan usaha sekuat tenaga diiringi doa sepenuh jiwa

Sapira pikolehmu, gumantung marang sapira pitukonmu!


Catatan Diri, 2 Mei 2014
-Djati-‪

Minggu, 03 Agustus 2014

Titi Wanci

Jam berdetak pasti tanpa kompromi
Detik demi detik menjadi putaran waktu

Akankah jadi penonton, penggembira, cameo, figuran atau tokoh utama...

Antagonis ataukah protagonis peran yg dijalani?

Akankah siap atau tidak
Ketika tongkat estafet antar generasi
Kau terima dalam sejarah hidupmu?

Semua bergantung pada pilihan dan ikhtiarmu
Tuk mewujudkan pilihan hidupmu
Bukan pada orang lain, leluhurmu apalagi Tuhanmu!

Orangtua, guru dan sesepuh, hanya memberi dasar
Selanjutnya?
Terserah padamu!

Sih Gusti Kang Manitah tansah nyamadi marang kabeh tumindakmu
Ateges, apa kang denira upadi, iya apa kang disahake dening Kang Manitah!

-Djati-

#YenTumekaTitiWanciOraBisaSelak

Rabu, 30 Juli 2014

Polemik 1 Ramadhan dan 1 Syawal

Tek inget-inget, semenjak Pak Harto lengser, penentuan 1 Ramadhan dan
1 Syawal tiap tahunnya selalu menjadi polemik, bahkan bikin kacau di
masyarakat.

Kalangan ulama dan umaro seringkali berbeda pendapat dg alasan
masing-masing. Seringkali membuat situasi jd aneh saat dalam 1 wilayah
tdk sama 1 Syawalnya.

Yg di atas pada pancakara adu bener, yg di bawah pada ngremeng...

Nah, yg bikin heran dan jadi pertanyaan di hati adalah...
Kenapa seringkali penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal berbeda, tetapi
untuk Idul Adha alias Idul Qurban sama, serentak ngikutin aturan dari
Arab Saudi?

Kenapa? Kenapa? Eh kenapa? Itu bisa terjadi?
Aneh beneeeeeeer...

Anyway busway... Juz jd pertanyaan thok...
Sebab jawabe juga muter-muter di 'itu-itu' saja...

Met berlebaran dan bersilaturahim y... :-)

-Djati, 3 Syawal 1435 H-

Selasa, 29 Juli 2014

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H

Waktu berlalu tiada henti
Catatan di kanan dan kiri
Makin menumpuk tiada henti
Timbangan pun makin berat kiri

Saat hati makin terkunci
Kala jiwa makin gelap, sunyi
Penuh khilah dan caci maki
Penerang jiwa pun hampir mati

Ijinkan ku tuk berkata
Ijinkan ku tuk menyampaikan
Ijinkan ku tuk mengucapkan
Sebaris kata seuntai doa
Di hari nan penuh berkah ini

Selamat Idul Fitri 1435 H
Minal aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin
Atas semua salah dan khilaf
Atas semua kata dan perilaku
Yang tak berkenan di hati
Yang membuat duka dan kecewa
Yang bangkitkan amarah

Agar ringan kaki ini melangkah
Agar damai hati ini jalani hidup

Semoga kita semua tak terkecuali
Senantiasa mendapat limpahan Sih
Sehingga tansah pinaringan rahayu
Ing samudayanipun
Amin amin amin Ya Rabbal 'Alamin

-Djati, 29 Juli 2014-2 Syawal 1435 H-

Note:
Meski rada telat, lebih baik daripada tidak sama sekali. Dan aku pun tahu, sesungguhnya meminta maaf bisa dilakukan kapan pun jika kita tahu dan menyadari bahwa telah salah dan khilaf serta tidak mengulangi lagi hal-hal yg tidak baik.

Namun, Idul Fitri adalah Hari Penuh Berkah. Meskipun ku tak menang dalam pendadaran satu bulan penuh di bulan Ramadhan, setidaknya hal ini menjadi bahan renungan serta introspeksi diri agar bisa lebih baik lagi.

Minggu, 08 Juni 2014

Siapakah Presiden Indonesia Selanjutnya, Prabowo Ataukah Jokowi?

Akhir-akhir ini, kalau ketemu temen atau saudara atau para sepuh, di
antara gayengnya perbincangan, ada 1 pertanyaan wajib yang terlontar
dan bikin aku senyum-senyum...

"Besok milih siapa, Mas?"
Dan kalau ga segera dijawab, bakal disusul kata-kata, "Kalau aku milih
Jokowi (jika dia pendukung Jokowi)/ Prabowo (jika dia pendukung
Prabowo)."

Nah, ada satu fenomena yang tambah bikin senyum simpul saat ku tanya
apa pilihannya di PILEG kemaren.

Apa itu?

Ternyata, Partai yang dipilih pas PILEG belum tentu sinkron dengan
figur yang dipilih saat PILPRES besok.

Seorang teman yang jualan di pasar bilang, "Aku ngesuk milih Jokowi,
Mas. Sampeyan pada karo aku ora?"
Aku hanya senyum lalu tanya, "Lha wingi milihe apa?"
Jawabane bikin kaget, "Wingi milih Gerindra sabab caleg-e wong daerahku, Mas."
Penasaran, ku tanya lagi, "Deneng ngesuk milihe Jokowi?"
Jawabnya adalah... "Sing penting tanggaku wis dadi, mlebu Jakarta
(maksudnya DPR Pusat), lha nek ngesuk milih Jokowi, sing pada karo
aku, sing ngerteni rasane aku, sing merakyat, gelem blusukan, ora
mbedakna wong. Nek Prabowo oralah, kaya kae... Ngerti dewek mbok?
Pokoke, Jokowi! Aja klalen ya, Mas..."
Dan aku pun berlalu, senyum sambil mikir... "Bisa gitu ya?"

Eh, ga lama berselang, terjadi hal yang mirip.

Pas ngobrol ma temen, tiba-tiba temen nyeletuk... "Mas, kayane
njenengan milih Jokowi ya? Ngapurane ya... Nyong beda karo njenengan.
Najan nyong PDI (maksudnya PDIP) tulen, ning milihe Prabowo ora milih
Jokowi."
Sambil senyum, aku tanya, "Kok gitu?"
Sambil senyum dia menjawab, "Sebab Prabowo tegas. Gara-gara sing siki
ora tegas (maksudnya Presiden SBY), nang ndi-ndi akeh wong ala, preman
pada nyruag, ora duwe isin wani karo sapa bae. Nek Jokowi sing
klemad-klemed dadi, arep kaya apa? Wis ben, Jokowi ngrampungna tugase
nang Jakarta dadi Gupernur, ben mateng, tambah pengalaman dadi go
sangu mbesuk (PILPRES 2014)."
Lengkap bener penjelasane.

Lalu, dia nanya, "Nek njenengan priben, Mas?"
Aku jawab, "Aku milih sing pedomane 3 hal, Merah Putih, Pancasila,
Bhinneka Tunggal Ika. Dene mengkone pilihanku pada utawa beda karo
njenengan, ora masalah, sabab kabeh nduweni ner dewek-dewek sesuai ati
nuranine. Sing penting tetep guyub lan rukun."
"Nah, cocog nek kaya kuwe... Nyatane, sapapun sing menang, sing bakal
dadi Presiden Indonesia," gitu kata temenku.
"Iya, kudu disengkuyung sapapun sing kepilih mengkone," kataku.

Dari 2 kejadian di atas, maka... Penentu pemenang Pilpres 2014 bukan
berdasarkan banyak/sedikitnya partai pendukung, tetapi figur yang
diusung sebagai Capres dan Cawapres, partai pendukung faktor kedua.

Kenapa?

Sebab, beberapa teman yang tadinya antusias akan ikut memilih karena
Capresnya cocok di hati, segera mengurungkan niatnya saat tahu siapa
yang menjadi Cawapresnya (ga cocok ma Cawapresnya), sedangkan memilih
Capres satunya setali tiga uang dengan yang pertama. Akhirnya
memutuskan tuk golput.

Secara umum ada 3 hal yang jadi penentu tuk memilih:
1. Ingin pemimpin tegas, memilih Prabowo.
2. Ingin pemimpin yang merakyat, akan memilih Jokowi.
3. Yang tidak cocok pada kedua pasangan Capres-Cawapres (apapun alasan
mereka), akan memilih untuk Golput.

Maka, jika berpatokan pada 3 hal tersebut, saat seseorang sudah punya
ner tuk memilih, atau bersikap, akan sangat sulit untuk diubah. Sebab
sudah matok bangkrung pada pilihan/sikapnya.
Kecuali, jika ada sesuatu yang fundamental terjadi sehingga bisa
merubah pendirian mereka.

Nah, untuk Swing Voters, tinggal bagaimana usaha para Capres-Cawapres
beserta Timses, para pendukung dan relawannya agar Swing Voters mau
memilih sesuai dengan keinginan mereka.

Maka, siapakah yang akan terpilih menjadi Presiden berikutnya, sangat
tergantung pada rakyat dan gerak para Capres-Cawapres, Timses dan
pendukung serta relawan masing-masing.

Siapapun nanti yang terpilih menjadi Presiden, semoga adalah yang
terbaik untuk rakyat, bangsa dan negara Indonesia, yang senantiasa
berpedoman pada Merah Putih, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.


Djati, 7 Juni 2014, 15:20

Jumat, 02 Mei 2014

AKU, KAU, KITA... SATU!!!

Bulan sabit meredup dan hilang di balik awan
Sang Jaka Belek terengah berpendar merah
Lintang Pari pun menghilang tak mau tunjukkan jalan
Gemintang menghilang ditelan rintik hujan...

Gerah... Peluk raga...
Resah... Dekap jiwa...
Lelah... Membuncah...
Letih... Membuih...
Asa berderak... Mulut berteriak...

AKU, KAU, KITA... SATU!!!

Ujung demi ujung bertaut, erat menyatu...
Rachsa demi rachsa berpadu...
Tarian jiwa lembut merajut cinta...
Nyanyian suksma syahdu penuh rindu...

Janji hati telah terucap tuk wujudkan asa
Lepas semua beban, hilang semua letih...
Berpijar, meletup sirnakan ragu di dada

Rintik hujan menjadi saksi
Ketika jiwa-jiwa berpadu...
Saat benih-benih ditanam kembali...
Tatkala langkah mantap berderap...
Di kala situasi serba tak pasti...
Demi senyum-senyum penuh kasih...
Untuk tawa-tawa penuh bahagia...

Untukmu, bakti ini... _/\_


(Djati, 02052014, 22:37)

Kamis, 02 Januari 2014

Pemimpin, Negarawan atau Tukang Ngisep Getihing Rakyat?

Seorang pemimpin yg benar-benar negarawan, pasti akan sangat dicintai,
dijaga dan dilindungi oleh rakyatnya, bahkan senantiasa didoakan dg
tulus ikhlas agar senantiasa pinaringan rahayu.

Titikane apa?
Tanyakanlah pada rakyat yg dipimpinnya tentang kehidupan mereka!!!

Pasti akan dijawab sambil senyum sumringah betapa senang kehidupan
rakyatnya, biasanya juga ditutup dengan doa yang baik utk Sang
Pemimpin.

Lha kalau jawabane malah dengan cemberut, prihatin, berkeluh kesah
betapa susah hidupnya, bahkan malah kelah, protes, caci maki dan
sumpah serapah...

Waaa... Itu pasti dipimpin oleh Pemimpin yg seneng ngisep getihing
rakyat, dadi buta rambut geni, buta ijo, yuyu rumpung, jurang grawah,
Padas Gempal lan sapanunggalane.

Lha, nek aku ditanya, "Pemimpin kita saat ini gimana?"
Kan ku jawab, "Tanyakanlah ke dirimu sendiri, jawablah setelah
memperhatikan kehidupanmu, keluargamu, dan masyarakat sekitarmu, lalu
telaah dengan padhanging ati, pikir kang wening, banjur rasakaken karo
rasa rachsaning pribadhimu, iya rasa kamanungsanmu."
Jawabanku sama dengan jawaban yg muncul di hati dan pikiranmu, sebab
rasa rachsaning manungsa iya rasa kamanungsan kabeh manungsa pasti
pada.


#RHN-041013byDjati

Rabu, 11 Desember 2013

KEBERSAMAAN PENUH CINTA

Pada akhirnya, yang bisa mempersatukan manusia dalam ikatan yang erat dan tidak terkotak-kotak adalah rasa kemanusiaan (rasa rachsaning manungsa), bukan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.

SARA yg ada pada akhirnya membuat kita bercerai-berai sebab menganggap pihak lain tdk sebaik kita, agar mereka baik maka mereka harus sama dengan kita. Jadine terkotak-kotak sesuai anggapan masing-masing.

Tapi, saat kita berbicara sebagai manusia, jika yang dibicarakan adalah tentang manusia secara utuh, yang memiliki rasa kemanusiaan-rasa rachsaning manungsa, maka yg tadinya berbeda akan memiliki kesamaan. Kalau sakit ya sambat atau nangis, senang bin bungah nggih mesem atau tertawa, lan sapiturute....

Kesamaan ini juga membuktikan bahwa sesungguhnya kita semua diciptakan oleh Sang Maha Pencipta yg sama.

Dan satu hal lagi yg membuat manusia bisa bersatu, yg merupakan anugerah terbesar dari Sang Maha Pencipta utk ciptaan-Nya adalah Cinta.

Semua pasti memiliki cinta, baik yang universal maupun yg personal.

Maka rasa terdalam manusia ketika tersentuh sisi kemanusiaannya, rumongsa diuwongake, dilenggahaken kamanugsane, yg akan timbul, tumbuh dan berkembang adalah Cinta.

Mengapa? Sebab kita, dan alam semesta raya ini diciptakan dg penuh cinta oleh Gusti Ingkang Maha Wikan. Jika tdk dg cinta, bagaimana mungkin semua bisa begitu teratur dan seimbang dalam segala sesuatunya?

Bukankah jika rasa cinta itu tumbuh di hati kita, pasti kita akan melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan agar apa yang kita cintai tetap terjaga dg baik?

Bhinneka Tunggal Ika tan hana dharma mangrwa

#SebuahRenunganPenuhCintaMapagSuran
-Djati, 4 November 2013

Lagu Cinta

Lagu Cinta mengalun lembut di  kedalaman jiwa
Saat tatap mata bertemu dan hati b'bicara tentang kasih
Tiada kata t'ucap dan waktu seakan b'henti

Detak jantung dua insan yg b'padu dlm jalinan cinta
Pelan, satu satu dan begitu menghentak dada...
JDUGGG... JDUGGG... JDUGGG...

Saat cinta b'semi di taman hati
Jiwa bertaut erat mengikat janji
Dunia terasa begitu indah
Sayap cinta begitu erat memeluk...
Hangat... Penuh bahagia...

Saat rindu mencengkeram jiwa...
Sembilu cinta toreh hati...
Pedih... Sepi...
Dingin menusuk nurani...

Genggam erat tanganku, wahai Kekasih...
Peluk diriku dg hangat kasihmu, duhai Pujaan Hati...
Agar hilang duka lara...
Agar lenyap rindu nan sepi...

I love U, My Queen

#EdisiKangen, SM 061105
Djati, 06 November 2013

Kekuatan Cinta

Cinta adalah anugerah teragung dari Sang Pencipta untuk ciptaan-Nya terutama manusia, karena itu juga cinta bisa menjadi sumber kekuatan terbesar untuk membangun dan pada sisi lain menjadi sumber kekuatan terbesar untuk menghancurkan manusia.

Sejarah telah membuktikan, Kekuatan Cinta mampu membuat peradaban berkembang sedemikian maju, penuh ketenteraman dan kebahagiaan.

Sejarah pula yang membuktikan pada kita, betapa dahsyat Kekuatan Cinta saat menjadi penyebar kehancuran umat manusia yang penuh kesengsaraan dan kekejian.

-Djati, 29 Oktober 2013-

Senyum Terindah Penuh Cinta

Senyum tercantik, terindah dan amat menawan di hati adalah senyum penuh kebahagian nan tulus dari hati terdalam yg penuh welas asih. Pasti senyum itu disertai tatapan penuh bahagia. Ah, sungguh sulit tuk menggambarkan perpaduan dari senyum terindah dan tatapan penuh bahagia itu...

Dan saat ditanyakan pada yg memberi senyum itu, dia seringkali g ngeh, g paham bahwa senyumnya benar-benar indah bikin hati berbunga-bunga, terbang melayang dan... entah bagaimana, waktu seakan terhenti begitu saja... Padahal senyum itu, tatapan itu... Hanya sekejapan mata...

Meskipun hanya sekejap mata... Jangan pernah anggap enteng efeknya! Amat sangat besar! Senyum itu, tatapan itu, semua moment yg ada akan terpatri di kedalaman jiwa, terpahat begitu dalam di hati dan menjadi sweet memories yg tak kan terlupakan sampai kapanpun, yg tak kan lekang oleh waktu. Yang kan membuat kita tersenyum bahagia kala mengingatnya.

Senyum dan tatapan macam ini, yg sering membuat seseorang jatuh cinta pada pandangan pertama, dan utk yg dah cinta pasti menjadi makin dalam cintanya. Mengapa? Sebab saat senyum terindah muncul, hatilah yg berbicara, kesentrum dengan tegangan yg sangat tinggi. Membuat bahagia menumbuhkan benih cinta yg berbunga rindu.

Nah, kalau itu telah terjadi... Pasti akan makin merindukan senyum nan penuh keindahan dan kebahagiaan ini. Maka, apapun akan dilakukan demi mendapatkannya, meskipun harus berkorban teramat berat.

Jika cinta yang ada bersambut dan terjalin erat, dengan membuatnya bahagia (perlu perjuangan yg amat berat dg seluruh kemampuan dan kapasitas masing-masing), sweet memories ini akan terulang dan terulang...

Nah, kalau cintanya bertepuk sebelah tangan atau cinta itu adalah cinta terlarang? Wah, sangatlah besar pengorbanan yg dibutuhkan. Sebab harus bisa membuat dia bahagia meskipun kebahagiaannya adalah bersama orang lain, bukan dengan kita.

Jika senyum terindah telah benar-benar menumbuhkan cinta yg tulus, maka meskipun menyakitkan melihatnya bahagia bersama orang lain, itu adalah kebahagiaan kita juga.
Dari sinilah ungkapan,
"Cinta tak harus memiliki." Yang menjadikan ironi dalam kehidupan.

# SweetMemoriesWillNotForgotten
-Djati, 22 Oktober 2013